Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Daud -anak gembala yang dilahirkan Tuhan

Daud - anak gembala yang dilahirkan Tuhan. SCENE PERTAMA: Pertempuran yang membosankan. 1 Samuel 17 : 17:1 Orang Filistin mengumpulkan tentaranya untuk berperang; mereka berkumpul di Sokho yang di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim. 17:2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin. 17:3 Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka. SAUL, Raja Israel yang jangkung itu, terduduk lemas, mukanya pucat pasi dan terlihat ketakutan. Dia tidak terlihat bersemangat walaupun dikelilingi oleh para tentara Israel yang biasanya terkenal pemberani itu, kali ini mereka semua dicekam oleh rasa takut yang amat sangat. Penyebab dari ketakutan itu segera kita ketahui, karena tidak terlalu jauh dari hadapan Saul dan tentaranya, tampak seseorang seperti BUKAN MANUSIA, berteriak

Melawan Intimidasi Ketakutan

Melawan intimidasi ketakutan Kedekatan kepada Tuhan membawa kekuatan yang baru Ingatkah kita pada peristiwa dimana daud,seorang pemuda tanpa keterampilan militer,seorang pemuda yang tidak lahir dari darah seorang raja atau bangsawan,seorang pemuda yang hanya memiliki pekerjaan sebagai seorang penggembala domba,tapi memiliki keberanian melebihi keberanian seorang prajurit atau seorang raja bahkan saat dia menghadapi seorang goliat yang telah melumpuhkan keberanian seluruh umat israel sehingga ketakutan melingkupi hidup mereka. Satu hal yang perlu kita ketahui adalah bahwa semua manusia,saat mereka mengalami kesulitan atau tekanan,maka didalam diri mereka akan muncul sebuah perasaan yang mampu untuk melumpuhkan semangat hidup mereka yang kita sebut dengan nama"ketakutan".tidak perduli usia,pekerjaan,agama,semua manusia didalam dunia ini pernah  mengalami ketakutan.dan ketakutanlah yang bisa membuat seseorang mengambil keputusan yang salah didalam hidupnya. Kata &

Tabut Kemuliaan Tuhan

TABUT (HADIRAT TUHAN) Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. (2 Samuel 6:11-12) Latar belakang kisah ini: Dimulai dari Raja Daud yang mengumpulkan para pemimpin dan berkata bahwa, "Pada waktu pemerintahan Raja Saul, kita tidak memperhatikan tabut perjanjian Allah dan membiarkannya". Dalam Perjanjian Lama TABUT ALLAH selalu berbicara tentang satu hal yaitu KEHADIRAN TUHAN. Daud berkata, "Tidak baik karena selama ini kita membiarkan tabut Allah ditengah-tengah kita. Mari jika engkau pandang baik, kita akan mengembalikan tabut Allah ini ketempatnya yaitu ke kota Daud, di bukit Sion" Kemudian mereka lalu berkata, "Kami setuju

Mencintai Hadirat Tuhan

Sebagai kehidupan Kristen kita tidak bisa jauh dari hadirat Tuhan, sebab tanpa hadirat Tuhan kehidupan rohani kita tidak akan mendapatkan kekuatan. Itu sebabnya jangan sampai kita kehilangan hadirat Tuhan. Ada tokoh2 Alkitab yang begitu menyukai, mencintai dan merindukan hadirat Tuhan seperti : 1. YAKUB  Kalau kita melihat kehidupan Yakub, apa yang menjadi rahasia Yakub sampai-sampai berkat kesulungan itu jatuh padanya ? Padahal Yakub bukan anak yang sulung tapi mengapa Yakub mendapat hak kesulungan ? Mengapa bukan Esau padahal Esau adalah anak yang sulung yang seharusnya berkat itu jatuh pada Esau bukan pada Yakub tapi mengapa Yakub yang mendapatkannya ? Apa rahasia dari kehidupan Yakub ? Karna ternyata Yakub punya satu kesukaan.  Kejadian 25 : 27 “ Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. “  Ternyata Yakub suka akan hadi